Bimtek Analisis Situasi (Aksi 1) Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Toraja

Daniel Galenta
0 0
Read Time2 Minute, 1 Second

Diskominfo, Makale – Tim INEY (Investing in Nutrition and Early Years) Dirjen Bina Bangda Region 5 Kemendagri menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Lokus 2022 Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema Program Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (17/02/2022)

Sebagai Host dan narasumber, Lukman Nurhakim dan Narasumber kedua, Andi Jawahir dari Tim Iney Dirjen Bina Bangda Region 5 Kemendagri. Diikuti oleh sejumlah OPD terkait se-Sulawesi Selatan, yaitu Bappeda, Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PRKP, Depag, BPOM, Dinas Kominfo dan undangan lainnya yang dilaksanakan secara daring/online melalui zoom meeting. Khusus Pemkab Tana Toraja diadakan bersama OPD terkait di Kantor Bappeda dan Dinas Kesehatan Tana Toraja.

Analisis Situasi pada Aksi 1 adalah aksi pertama dari 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. Aksi selanjutnya yaitu Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, Pembinaan KPM, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi Stunting, dan Reviu Kinerja Tahunan.

Dalam pemaparan materi disampaikan Percepatan Penurunan Stunting ditetapkan dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Tujuannya untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting terdapat kelompok sasaran percepatan penurunan stunting yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0 sampai 59 bulan.

Sangat diharapkan kepada semua kabupaten/kota melaksanakan Rencana Aksi Nasional di semua Kabupaten/Kota dengan cara melakukan penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon PUS, surveilans keluarga berisiko stunting dan melakukan audit kasus stunting.

Selanjutnya disampaikan untuk Tim Penanganan Stunting Kabupaten/Kota perlu menyusun RTL seperti pemenuhan/penyiapan data analisis situasi dari OPD terkait, menentukan jadwal pelaksanaan aksi 1 (analisis situasi), melakukan pemetaan program/kegiatan tahun berjalan (2022). Sebelum musrenbang kabupaten/kota, seluruh kabupaten/kota diharapkan selesai melaksanakan sampai aksi 3, tujuannya agar dapat dibahas dalam forum musrenbang dan selanjutnya terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan & penganggaran di daerah (kabupaten/kota)

Sangat diharapkan semua peserta bimtek kabupaten/kota menjalankan rencana aksi 1 berupa analisis situasi (Ansit) akan menetapkan SK penetapan desa/kelurahan lokus oleh bupati/walikota untuk tahun 2023. Target nasional Maret 2023 adalah seluruh kabupaten/kota telah membentuk SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat kabupten/kota hingga desa/kelurahan. SK TPPS sangat perlu segera agar konvergensi/keterpaduan  lintas sektor terkait penanganan stunting dapat makin solid. (dgr/tmk)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Update Data Monitoring Penanganan Covid-19 Kab. Tana Toraja Hari Sabtu, Tanggal 19 Februari 2022, Pukul 17.00 WITA :

Terdapat 39 Kasus Baru masing-masing tersebar di Kec. Saluputti 2, Kec. Makale Utara 1, Kec. Mengkendek 4, Kec. Makale 21, Kec. Sangalla’ Utara 2, Kec. Gandangbatu Sillanan 1, Kec. Sangalla’ 3, Kec. Rantetayo 3, dan Kec. Rembon 2. Dengan demikian Total Terkonfirmasi hari ini sebanyak 4.985 terdiri dari : Proses […]

Subscribe US Now

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu