Hasil Kajian Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Terhadap Tanah Longsor Kayangan, Lembang Rano Tengah Kecamatan Rano

admin IKP
0 0
Read Time2 Minute, 0 Second

DISKOMINFO, Makale – Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan kajian terhadap tanah longsor di Kayangan, Lembang Rano Tengah Kecamatan Rano. Hasil kajian tersebut dipaparkan pada Sabtu (12/03/2022) kepada Wakil Bupati, Staf Khusus Bupati, Camat dan Kepala Lembang setempat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kominfo serta beberapa media yang hadir di Ruang Wakil Bupati.

Dari hasil pengkajian, tim merumuskan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk mitigasi bencana longsor di Kayangan, Lembang Rano Tengah Kecamatan Rano. Rekomendasi tersebut adalah, pertama potensi longsoran susulan pada lokasi masih ada sehingga 3 Rumah yang masih berdiri pada saat ini sebaiknya di relokasi karena muncul retakan tanah rembesan air dengan debit 13 ml/ detik (pada saat tidak hujan).

Kedua, Longsoran pada lokasi awalnya bertipe lambat dan didahului dengan munculnya retakan, tanah turun atau amblas serta muncul rembesan sehingga masyarakat harus mewaspadai tanda tanah tersebut.

Ketiga, jika muncul retakan segera ditutup dan diusahakan agar aliran air hujan dialihkan sehingga tidak masuk ke daerah retakan tersebut.

Tim berharap agar masyarakat mewaspadai jika tiba-tiba muncul rembesan air dan jika muncul retakan segera ditutup dan diusahakan aliran air hujan dialihkan agar tidak masuk ke daerah retakan tersebut.

Dari peristiwa tanah longsor di Kayangan, Lembang Rano Tengah Kecamatan Rano dan Sangbua Lembang Kaduaja Kecamatan Gandangbatu Silanan, Tim memberikan kesimpulan yaitu:

  • Longsor di Rano Tengah dan Kaduaja tidak berhubungan dan berbeda mekanisme
  • Secara umum potensi gerakan tanah yang ada di lokasi bencana jatuhan batu yaitu longsoran tipe cepat dan longsoran tipe lambat
  • Faktor yang mengontrol di lokasi bencana adalah kelerengan dan kondisi geologi/batuan dan struktur geologi
  • Pemicu terjadi bencana adalah curah hujan selama 3 hari, namun demikian perlu kewaspadaan terhadap jatuhan batu terutama pada saat terjadi gempa bumi
  • Dalam jangka menengah penataan ruang di daerah yang terjal perlu diperhatikan sebagai langkah untuh pencegahan dan pengurangan resiko bencana serta dilakukan pemetaan potensi longsor dalam skala yang detail

Sementara itu, Wakil Bupati mengucapkan terima kasih atas bantuan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang telah melakukan kajian terhadap bencana longsor di Kabupaten Tana Toraja.

“Terus terang bukan cuma masyarakat setempat yang was-was tapi kami (Pemda) selalu was-was kalau sudah hujan deras”, ujar Beliau.

Beliau menambahkan akan ada rekomendasi yang lebih komprehensif dan resmi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sehingga nantinya pencegahan bencana dapat dilakukan.

“Ini adalah assessment sementara, nanti akan ada rekomendasi secara resmi dan komprehensif”, ucap Beliau. (edr/ikp)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi (Aksi 1) Tingkat Kabupaten

DISKOMINFO, Makale – Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja bersama Tim INEY (Investing in Nutrition and Early Years) Dirjen Bina Bangda mengadakan Pertemuan Koordinasi, Konvergensi Lintas program dan Lintas Sektor (Analisis Situasi) dalam rangka penanggulangan stunting tingkat Kabupaten Tana Toraja pada Senin (14/03/2022) di Gedung Tammuan Mali’ Makale. Pertemuan tersebut dihadiri […]

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram
Open chat
Hello, ada yang bisa kami bantu