Begini Penjelasan Direktur RSUD Lakipadada Soal Video Wakil Bupati Berjemur Di Luar Ruang Isolasi

Daniel Galenta
Read Time1 Minute, 40 Second

DISKOMINFO, MAKALE – Jumat Pagi, 17 April 2020, media sosial kembali dihebohkan dengan Video Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara yang sedang berjemur di luar Ruang Isolasi RSUD Lakipadada.

Video tersebut menerima ragam komentar, banyak yang simpati atas ketegaran Wakil Bupati dalam menjalani masa-masa penyembuhan namun ada juga yang berkomentar menganggap berjemur ala Wakil Bupati tidak sesuai Protap covid-19 dan bisa menyebarkan virus.

Direktur RSUD Lakipadada dr. Syafari Mangopo menjelaskan bahwa berdasarkan kebijakan Manajemen RSUD Lakipadada, salah satu gedung di RSUD Lakipadada yang letaknya dibagian paling belakang telah ditetapkan sebagai gedung khusus penanganan pasien Covid-19 sehingga gedung itu tidak bisa lagi diakses oleh siapapun selain pasien Covid-19 dan petugas khusus yang menggunakan APD lengkap.

Soal Video Wakil Bupati Tana Toraja yang sedang berjemur di area gedung isolasi, dr. Syafari menyebut itu sah-sah saja setelah melihat berbagai pertimbangan.

Pertimbangan pertama menurut dr. Syafari, Pasien Covid-19 yang sedang rawat disana adalah pasien dengan gejala ringan yang tidak memiliki keluhan kondisi kesehatan, sehingga pasien tidak harus diisolasi secara ketat dalam ruang tertutup yang justru bisa membuat daya tahan tubuh pasien menurun dan memunculkan penyakit lain.

Pertimbangan kedua, dalam lingkungan gedung isolasi, hanya ada satu pasien yang didampingi oleh beberapa tenaga kesehatan dengan APD lengkap, sehingga potensi penyebaran virus kepada orang lain sangat kecil bahkan tidak berpotensi sama sekali terjadi penyebaran virus kepada orang lain.

Pertimbangan ketiga, berjemur dibawa matahari langsung oleh pasien adalah bagian dari pengobatan, sehingga ketika ada akses di gedung isolasi untuk menerima matahari langsung maka itu dimungkinkan untuk dilakukan.

dr. Syafari menegaskan bahwa perekam video bapak Wakil Bupati sedang berjemur adalah perawat yang menggunakan APD lengkap bukan pasien lain atau masyarakat umum.

dr. Syafari menjelaskan, menurut Protap penanganan Covid-19, Pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala sebenarnya dimungkinkan diisolasi di rumah selama keluarga tetap mengikuti standar pencegahan penyebaran virus yaitu menghindari kontak langsung, menggunakan masker dan sarung tangan, dan tetap mematuhi pola hidup bersih.

(Sumber : Media Center Satgas COVID-19 Kab. Tana Toraja)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hari Kelima Pembagian Sembako Sudah Dilakukan di 7 Kecamatan

DISKOMINFO, MAKALE-Satgas Covid-19 Tana Toraja terus bekerja mendistribusikan bantuan Sembako untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak langsung Corona di Kabupaten Tana Toraja. Hingga hari ketujuh pendistribusian, Jumat 17 April 2020, tercatat bantuan Sembako sudah terdistribusi di 72 Lembang/Kelurahan di 7 kecamatan yaitu Makale, Bittuang, Saluputti, Rembon, Malimbong Balepe, Kurra, dan […]

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram