Hotel Grand Metro Permai Jadi Tempat Tinggal Sementara Paramedis Covid-19 di Tana Toraja

Daniel Galenta
Read Time1 Minute, 2 Second

DISKOMINFO, MAKALE – Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Manajemen Hotel Grand Metro Permai sepakat untuk menjadikan Hotel Grand Metro Permai sebagai tempat tinggal sementara bagi para petugas medis yang bertugas dalam Pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di wilayah Kabupaten Tana Toraja.

Manajemen Hotel Grand Metro Permai Jimmi Andilolo menyebut pihaknya telah menyiapkan sebanyak 26 kamar untuk para petugas medis yang bertugas dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja.

Hotel yang terletak di Jl. Poros Makale-Rantepao, Tete Bassi, Makale, Tana Toraja ini dianggap strategis untuk dijadikan tempat tinggal bagi petugas Medis yang bertugas menangani Covid-19.

Selain karena jaraknya yang sangat dekat dari RSUD Lakipadada yang merupakan Rumah Sakit Rujukan, Hotel Grand Metro Permai juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara mengatakan kebijakan untuk menyewa Hotel Grand Metro Permai bertujuan untuk memudahkan Dokter dan Paramedis mengakses Rumah Sakit sekaligus memutus mata rantai penyebaran Corona kepada Keluarga Paramedis dirumah.

“Paramedis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 di RSUD Lakipadada nantinya tidak akan kembali kerumah melainkan disiapkan tempat tinggal berupa Hotel agar keluarga dirumah tidak terpapar jika sewaktu-waktu ada pasien yang terpapar virus Corona yang ditangani oleh para petugas medis” ungkap Victor Datuan Batara.

Sumber : Media Center Satgas Covid19

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Update Kasus Corona Tana Toraja Kamis 2 April 2020 : 101 ODP dan 2 PDP

Kasus dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 101 orang atau bertambah 9 orang dari hari sebelumnya (01 april 2020) yang hanya sebanyak 92 orang yang dinyatakan ODP. Dari 101 orang yang berstatus ODP, 100 diantaranya dalam proses pemantauan dan 1 orang selesai pemantauan. Sementara untuk status Pasien dalam […]

Subscribe US Now

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
Instagram