PARIWISATA

PARIWISATA

Pembangunan kepariwisataan ditunjukkan pada peningkatan kemampuan untuk menggalakkan kegiatan ekonomi yang melibatkan berbagai sektor. Kegiatan pariwisata diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bagi pemerintah dan masyarakat di daerah wisata  serta penerimaan devisa bagi negara.

Jumlah wisatawan domestik pada tahun 2006 tercatat 25.150 orang dan turun menjadi 18.101 orang pada tahun 2007. Jumlah wisatawan mancanegara juga menunjukkan cenderung turun. Pada tahun 2009 wisatawan mancanegara tercatat 5,607orang mengalami peningkatan menjadi 19,324orang pada tahun 2013. Jumlah kunjungan wisatawan ke Tana Toraja cukup banyak pada tahun 2013 terjadi pada bulan Juli dan Agustus, yakni masing-masing sebanyak 10.443 orang dan 12.152 orang. Sedangkan kunjungan terendah pada bulan Februari dengan jumlah kunjungan dibawah 1.988 orang.  Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Tana Toraja ditunjukkan pada peningkatan kemampuan untuk menggalakkan kegiatan ekonomi yang melibatkan berbagai sektor. Kegiatan pariwisata diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bagi pemerintah dan masyarakat di daerah wisata serta penerimaan devisa bagi negara. Pariwisata Tana Toraja memang memiliki daya tarik yang unik. Peninggalan budaya yang sudah ada sejak jaman megalitikum, memberikan warna dan makna tersendiri bagi siapa saja yang mengunjungi daerah ini.

Penduduk yang ramah, budaya yang asli dan lestari menjadikan Tana Toraja menjadi salah satu dari 15 daerah tujuan wisata Indonesia sekaligus menjadi salah satu ikon Pariwisata Indonesia. Keunikan inilah yang kemudian pada tahun 2009 dinominasikan sebagai salah satu dari 23 situs dalam daftar World Heritage Culture oleh UNESCO.

Pengelolaan potensi pariwisata di daerah ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, hal ini tercermin dalam arah kebijakan (visi) pemerintah bahwa tujuan utama pembangunan pariwisata adalah menjadikan Tana Toraja sebagai destinasi kedua setelah Bali. Di sisi lain, dukungan masyarakat Tana Toraja sangat positif memberikan respon pengembangan pariwisata.

Kabupaten Tana Toraja memiliki sedikitnya 15 objek wisata unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Masing-masing obyek wisata mimiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri, kedelapan obyek wisata unggulan tersebut adalah panorama Buntu Burake, Tongkonan Tumbang
Datu-Bebo, Agro Wisata Pango-Pango, air terjun Sarambu Assing, dinding pahat Lemo, kuburan alam Sirope, pemandian alam Tilangnga', dan perumahan adat Sillanan.

Sebagian besar objek wisata tersebut adalah objek wisata alam, dan beberapa di antaranya sudah dikenal oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain kedelapan obyek wisata unggulan yang sangat potensial dikembangkan tersebut, masih ada beberapa tradisi, adat dan budaya yang merupakan ikon pariwisata di daerah ini yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

PENGUNJUNG

0000304789
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Total
336
1267
6814
23436
304789


25 guests