BERANDA

PROFIL

REGULASI

BERITA

LAYANAN

PUBLIKASI

POTENSI DAERAH

KONTAK

PEMERINTAHAN

 DSC0435

DISKOMINFO, MAKALE – Talk Show mengenai Pengelolaan Sampah dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Toraja, Rabu (21/02/2018), dilaksanakan di Radio RPK-FM Dinas Kominfo Kabupaten Tana Toraja. Materi Talk Show oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Daud Balalembang, S.STP dan Juniartin Panggeso, ST. M.Si.

Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari 2018. Tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menginisiasi gerakan TBBS (Tiga Bulan Bersih Sampah) yang dimulai dari 21 Januari 2018 sampai dengan 21 April 2018 dengan tema “Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah”. Melalui gerakan TBBS ini, KLHK mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membuat lingkungan di sekitarnya bersih dari sampah, mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sesuai Surat Edaran SE.1/MenLHK/PSBLB3/PLB.0/1/2018 tentang kerjasama untuk peningkatan penanganan sampah kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota agar berperan aktif bersama masyarakat menyukseskan gerakan 3 bulan bebas sampah.

Dalam materi Talk Show juga disampaikan cara pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui pendekatan paradigma baru dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Sampah dipandang sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk kompos, energi dan bahan baku industri.
  2. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif yaitu mengelola sampah dari awal hingga akhir dari proses produksi yang menimbulkan sampah, sehingga sampah yang dibuang akan aman, jika dikembalikan ke lingkungan.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah yang dikelola terdiri dari :

  1. Sampah rumah tangga, berasal dari kegiatan sehari-hari.
  2. Sampah sejenis sampah rumah tangga, berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, umum dan lainnya.
  3. Sampah spesifik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), yang secara teknologi belum dapat diolah.

Selanjutnya, dihimbau kepada masyarakat untuk wajib mengurangi dan menangani sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yaitu :

  • Reduce yaitu pengurangan sampah, contohnya bila berbelanja ke pasar membawa keranjang belanjaan.
  • Reuse yaitu penggunaan kembali, contohnya menggunakan jeregen minyak sebagai media tanam.
  • Recycle yaitu daur ulang, contohnya mendaur ulang botol-botol plastik menjadi hiasan.

Tujuan dari talk show yang diadakan yaitu memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya kesadaran menjaga lingkungan yang bersih dan mengurangi produksi sampah dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar, jangan hanya menjadi slogan “Jangan buang sampah sembarangan” tetapi hanya menjadi kalimat tumpul yang gagal menggugah kesadaran akan bahaya sampah, pencemaran lingkungan, bahaya banjir dan lain sebagainya. (Daniel)

Cara Registrasi Kartu Prabayar http://tanatorajakab.go.id/index.php/news/umum/151-cara-registrasi-nomor-seluler-prabayar

Foto-foto kegiatan :

 DSC0456

 DSC0432

 

 

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANATORAJA
Jl. Pongtiku No.120, Pantan, Makale, Kabupaten Tanatoraja
Sulawesi Selatan

PENGUNJUNG

0000458528
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Total
671
1471
4345
35666
458528


38 guests

online

We have 42 guests and no members online