PEMERINTAHAN

Menteri 2

MAKALE — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,  Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, DIP.APLING, MA, melaunching Kabupaten Tana Toraja Menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) yang ditandai dengan penandatanganan Komitmen KLA di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Kamis, 13 Juli 2017.

KLA merupakan sistem pembangunan yang berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan. Program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Menteri 8

Indonesia menjadi bagian dari Negara anggota PBB yang telah berkomiten secara Intenasional untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan World Fit for Children (dunia yang layak bagi anak) yang dikembangkan Pemerintah Indonesia ke dalam sebuah kebijakan pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Menteri Yohana dalam sambutannya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Bupati Tana Toraja beserta jajarannya dalam mengambil kebijakan percepatan pengembangan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Tana Toraja sebagai sebuah komitmen dengan melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, DPRD, dunia usaha, organisasi media, organisasi masyarakat dan organisasi profesi hingga forum anak.

Indonesia menjadi bagian dari Negara anggota PBB yang telah berkomiten secara Intenasional untuk mendukung gerakan dunia dalam menciptakan World Fit for Children (dunia yang layak bagi anak) yang dikembangkan Pemerintah Indonesia ke dalam sebuah kebijakan pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Menteri 1

Menteri Yohana dalam sambutannya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Bupati Tana Toraja beserta jajarannya dalam mengambil kebijakan percepatan pengembangan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Tana Toraja sebagai sebuah komitmen dengan melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, DPRD, dunia usaha, organisasi media, organisasi masyarakat dan organisasi profesi hingga forum anak.

“Hal ini menunjukkan bahwa negara telah ikut hadir dalam membangun program-program pembangunan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat terutama perempuan dan anak-anak sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo melalui program Nawa Cita,” ungkap Menteri Yohana.

Menteri Yohana menegaskan, untuk menjadi Kabupaten Layak Anak, Tana Toraja harus memenuhi 24 indikator KLA.

Menteri 3

“Saya berharap hak-hak anak dapat segera dipenuhi di Kabupaten Tana Toraja melalui 24 indikator KLA. Tana Toraja baru dikatan Layak Anak jika memenuhi 24 indikator KLA tersebut,” tegas menteri asal Papua ini.

Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, dalam sambutannya mengatakan untuk mempercepat pemenuhan hak-hak Perempuan dan Anak di Tana Toraja.

Pemerintah, kata Nicodemus, telah membentuk P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) yang akan dikembangkan lebih lanjut melalui program “Rumah Singgah”.

Menteri 4

Nicodemus juga mengatakan, saat ini, dibawah kendali Wakil Bupati Tana Toraja, Pemda Tana Toraja akan melakukan Pasmil ke seluruh perempuan di Tana Toraja hingga ke pelosok wilayah. Tana Toraja menuju Kabupaten Layak Anak diharapkan bisa menjadi program perekat antara lembaga keumatan  di Tana Toraja dan dalam menciptakan suasana NKRI yang diharapkan bisa menjadi rujukan bagi daerah lain di kawasan Indonesia Timur.

“Dengan penuh kesejukan, kami berharap kepada Ibu Menteri dalam berbagai kebijakan-kebijakan program ke depan. Kami siap diarahkan dan kami ingin ada penajaman program, khusus bagi Toraja,” tutur Nicodemus.

Menteri PPPA, Yohana Yembise dan rombongan tiba di rumah jabatan Bupati Tana Toraja dalam rangkaian kunjungan kerja, Kamis siang, 13 Juli 2017. Rombongan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ini disambut secara adat Toraja oleh Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja, Ketua DPRD Tana Toraja, Unsur Muspida, OPD, PKK,  Aktivis Perempuan dan Anak, Pengurus Organisasi Perempuan dan Anak, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain Launching Tana Toraja menuju Kabupaten/Kota Layak Anak, Menteri PPPA juga menggelar dialog dengan Perwakilan Kaukus Parlemen Perempuan, PGRI Tana Toraja, dan Perwakilan Forum Anak Sikamali’ Toraja yang membahas tentang berbagai dinamika yang dihadapi perempuan dan anak di Toraja.

Selain itu, Menteri Yohana didampingi Ketua Dekranasda Tana Toraja juga mengunjungi stand Dekranasda untuk melihat berbagai hasil kerajinan, menyaksikan proses tenun Toraja, dan makan Pinang Bersama (ma’pangngan).

Menteri 1

Menteri Yohana juga mengunjungi dan meresmikan Sekretariat P2TP2A di Kantor Kelurahan Bombongan Makale, memantau proses kerja anggota P2TP2A dan mekanisme pelayanan korban di P2TP2A, serta menyerakan bantuan Komputer, Printer, LCD kepada Ketua P2TP2A Ibu Rospita Napa Biringkanae sebagai dukungan Menteri Yohana kepada P2TP2A Kabupaten Tana Toraja.

Kunjungan kerja Menteri PPPA di Kabupaten Tana Toraja di tutup dengan kunjungan wisata ke Objek Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake. Di Burake, Menteri Asal Papua ini menjadi rebutan foto shelfie para pengunjung objek wisata terbesar di Tana Toraja itu. (*)

Sumber: www.karebatoraja.com

foto: humas Setda Tana Toraja)



 

 

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANA TORAJA
Jl. Pongtiku No.120, Pantan, Makale, Kabupaten Tana Toraja
Sulawesi Selatan

PENGUNJUNG

0000095459
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Total
161
456
2487
13895
95459