UMUM

 

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, menerima Rombongan Wisata Rohani Keluarga Pelayan Gereja Kristen

Sulawesi Tengah (GKST) Se-Klasis Poso Kota, di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Makale (19/06/2017).

Kunjungan para pendeta dari Poso ini dalam rangka berwisata rohani di Toraja karena Toraja dikenal tidak hanya memiliki destinasi wisata budaya dan alam, tapi juga destinasi wisata rohani.

Bupati Nicodemus dalam sambutannya bercerita tentang kemajemukan yang terbangun dengan baik dalam masyarakat Toraja. Bagaimana masyarakat Toraja dalam satu rumah bisa terdiri dari beberapa dedominasi agama seperti Islam, Nasrani, dan Aluk Todolo.

"Hal ini meyakinkan seluruh warga Toraja betapa toleransi terjaga dengan baik di Toraja," ungkapnya.

Sementara, Pdt. Robinson Perutu, selaku pendamping Rombongan yang juga Ketua II Majelis Sinode GKST, mengatakan, alasan dipilihnya Toraja sebagai tujuan wisata Rohani GKST karena Toraja terkenal bukan saja di Indonesia tapi di seluruh dunia sebagai destinasi wisata religi, salah satunya dengan keberadaan ikon Patung Kristus tertinggi dunia di daerah ini.

"Toraja memiliki kultur budaya dan kehidupan sosial yang hampir sama dengan kultur budaya dan kehidupan dosial masyarakat Poso" ungkap Pdt Robinson.

Pdt Daniel Masarrang selaku Ketua Klasis Gereja Toraja di Poso dalam kesempatannya menyampaikan beberapa pesan yang dititipkan Bupati Poso untuk Bupati Tana Toraja di antaranya keinginan Bupati Poso terlibat dalam pagelaran Budaya memperingati 70 tahun Gereja Toraja dengan menghadirkan tarian "Tiga Etnis" yang salah satunya adalah etnis Poso.

Rencananya peringatan 79 tahun Gereja Toraja akan dihadiri langsung juga oleh Bupati Poso. Bupati Poso juga ingin bangun kemitraan dalam hal pariwisata yang diberi nama "TORNADO" yang tak lain adalah singkatan dari Toraja, Danau Poso, dan Manado.

Dan yang terpenting adalah Bupati Poso ingin meyakinkan Bupati Tana Toraja bahwa di Poso tidak ada lagi perbedaan Suku dan Agama. Kemajemukan telah terbangun dengan baik sehingga Bupati Tana toraja tidak perlu mengkawatirkan warganya yang ada di Poso.

Pada kesempatan ini, Bupati mendapatkan cendera mata dari GKST berupa Jam dinding dari Kayu asli Poso yang bernama Kayu Hitam. Alasan hadiah jam ini agar Bupati tetap disiplin dalam menjalankan roda pemerintahan di Tana Toraja.

Rombongan GKST juga di rencanakan akan audience dengan Bupati Toraja Utara setelah menggelar audience Bupati Tana Toraja untuk menyampaikan maksud yang sama. (*)

 

 

 

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANATORAJA
Jl. Pongtiku No.120, Pantan, Makale, Kabupaten Tanatoraja
Sulawesi Selatan

PENGUNJUNG

0000196924
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Total
987
1079
4823
19683
196924


28 guests