UMUM

Foto Ditjen PKH Kementan RI.

Kabupaten Tana Toraja memiliki iklim tropis basah dengan suhu udara yang relatif dingin. Di dataran perbukitan dengan ketinggian 1.330 meter dari permukaan laut terdapat padang penggembalaan Kerbau Belang Toraya yang dipenuhi dengan kerbau berjumlah sekitar 136 ekor.

Terlihat topografi kawasan padang penggembalaan berupa perbukitan nan menghijau dengan beberapa spot landai dan lapang. Akses lokasi dari ibukota kecamatan relatif dekat dengan jarak tempuh 30 menit dan dari ibukota kabupaten berjarak tempuh 2 jam. Infrastruktur jalan berupa beton dan aspal cukup mendukung untuk sarana transportasi.

Disela-sela menghadiri undangan Perayaan Natal Oikumene dari Bupati Tana Toraja pada tanggal 28-29 Desember 2017, Boethdy Angkasa yang mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan hadir pada acara tersebut menyempatkan berkunjung ke lokasi kawasan padang penggembalaan dimaksud.

Dalam pertemuannya dengan Bupati Tana Toraja Nicodemus Bringkanae disampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja saat ini bermaksud untuk meningkatkan daya tampung ternak melalui penyediaan hijauan pakan secara berkelanjutan. Untuk itu, Pemda berinisiatif untuk mengembangkan kawasan penggembalaan Kerbau Belang Toraya.

Menurut Nicodemus Bringkanae, Kerbau Belang Toraya merupakan salah satu rumpun kerbau asli Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Sulawesi Selatan. Kerbau yang secara turun temurun telah dibudidayakan oleh masyarakat di Tana Toraja ini juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Selain itu, kerbau tersebut juga mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik, serta memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan.

“Sebagai salah satu kekayaan sumber daya genetik ternak asli Indonesia, maka Kerbau Toraya sudah sepantasnya harus dilindungi dan dilestarikan,” ungkap Nicodemus Bringkanae.

Menanggapi hal tersebut Boetdhy Angkasa menyampaikan, Menteri Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2845/kpts/lb 430/8/2012 telah menetapkan Kerbau Belang Toraya sebagai Sumberdaya Genetik Hewan Lokal Indonesia. Demikian pula untuk standar bibit Kerbau Toraya juga telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Saat mengunjungi lokasi kawasan penggembalaan, Boethdy Angkasa menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja dalam upaya pengembangan sarana-prasarana kawasan penggembalaan tersebut, yaitu: perencanaan pembangunan area bangunan, area penggembalaan/paddock, jalan serta pintu keluar/masuk kawasan dan perencanaan sarana tata kelola air. Boetdhy Angkasa juga mengatakan, untuk paddock hanya perlu pembenahan dan peningkatan kualitas.

Lebih lanjut Boetdhy menyarankan, agar lahan dengan kemiringan yang curam atau daerah – daerah yang kurang baik untuk ternak, direkomendasikan untuk menjadi kebun HPT (Hijauan Pakan Ternak) tambahan.

“Saya melihat di sekitar kawasan padang penggembalaan ini juga terdapat hamparan persawahan yang mempunyai potensi limbah jerami padi dan jagung yang melimpah seusai panen. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak,” tandasnya.

Nicodemus Bringkanae mengungkapkan, sebagai bagian dari perencanaan pengembangan kawasan penggembalaan tersebut, sebelumnya telah dilakukan Survei, Identifikasi dan Desain (SID) oleh Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan SID ini dilaksanakan tahun 2017 di desa Rembo – Rembo, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja dengan luas wilayah padang penggembalaan (SID) 162,5 ha.

Selain itu, menurut Bupati Tana Toraja tersebut untuk memantapkan keberlangsungan kawasan penggembalaan tersebut, saat ini sedang dilakukan pembahasan dan penetapan organisasi pengelolaan kawasan yang akan dikuatkan dalam bentuk perjanjian yang legal secara hukum.

“Kita berharap ke depan padang penggembalaan Kerbau Belang Toraya ini akan menjadi salah satu kawasan peternakan khas dan menjadi wisata edukatif yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah Tana Toraja,” pungkasnya.

Foto Ditjen PKH Kementan RI.

Foto Ditjen PKH Kementan RI.

Contact Person:
Drh. Boethdy Angkasa, M.Si (Kasubdit Standarisasi dan Mutu Ternak, Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH)

 

 

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TANATORAJA
Jl. Pongtiku No.120, Pantan, Makale, Kabupaten Tanatoraja
Sulawesi Selatan

PENGUNJUNG

0000218018
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Total
391
865
5618
17291
218018


14 guests